Pebisnis, Dosen, Mahasiswa, Guru atau kalangan Profesional lainnya menggunakan Ms. Power Poin untuk presentasi sudah biasa, misalnya dosen mempresentasikan materi perkuliahan kepada mahasiswanya, pebisnis mempresentasikan produk/barang jualannya kepada konsumen.
Keunggulan menggunakan program aplikasi ini antara lain dapat disajikan dengan menarik, disamping terdapat tulisan dapat dipadukan dengan gambar, dapat dirancang menurut pola yang diinginkan, pewarnaan dapat dipilih dengan bebas, dan biasanya tulisan disajikan poin-poinnya saja. Untuk keperluan presentasi tentu harus didukung oleh perangkat yang lengkap seperti Sound System, Infokus, Scren (layar), Laptop.
Nah... Bagaimana dengan kalian sebagai siswa, Apakah sudah pernah menggunakan program aplikasi ini untuk presentasi tugas-tugas sekolah kalian ? Atau mungkin di sekolah kalian belum memiliki perangkat Multi Media ini? Atau mungkin juga kalian sendiri yang belum paham program aplikasi ini? Dan masih banyak pertanyaan lain yang tidak bisa penulis paparkan semuanya.
Kemampuan mempresentasikan suatu masalah/ tema tertentu dengan menggunakan perangkat multi media tentulah tidak mudah dan sangat berbeda dengan cara konvensional. Cara konvensional berarti bahan/ materi yang dipresentasikan cukup menggunakan media peragaan berupa papan tulis, karton, lembaran informasi. Cara penyajian materi seperti ini masih banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah yang fasilitasnya masih terbatas atau belum memadai, contoh daerah yang kawasannya masih tertinggal. kawasan tertinggal ini masih menggunakan media konvensional.
Lain halnya dengan daerah perkotaan yang umumnya sudah maju/ lebih berkembang, fasilitas berupa perangkat multi media tersedia di toko-toko, mall-mall, tinggal individu atau institusi yang ada mau memanfaatkan teknologi itu. Penulis hanya mengingatkan, jika kalian adalah siswa SMP tinggal dikawasan perkotaan yang sudah maju mau tidak mau atau suka tidak suka harus mampu mengimbangi kehadiran teknologi itu untuk kepentingan belajarmu. Kalau tidak berarti sama lho dengan mereka yang tinggal dikawasan tertinggal (jangan diambil hati, inikan cuma guyonan aja).
Sebagai perbandingan coba deh kamu lihat sekolah-sekolah di kotamu yang sudah memiliki perangkat multi media tersebut, misalnya SMP Kumbang. Di SMP Kumbang, semuanya kelas memiliki perangkat multi media, guru yang mengajar tinggal menggunakan dari laptop miliknya. Guru yang bersangkutan dapat dengan mudah mempresentasikan materi/bahan ajar kepada siswanya, dan siswanya dapat mengikuti pula dengan baik, mudah dan lancar. Penulis berpandangan, penerapan model pembelajaran berbasis TIK hanya dilakoni oleh sekolah - sekolah tertentu saja, yang pada umumnya sekolah- sekolah berbiaya mahal dan mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Tanks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.